Blogger templates

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 12 Oktober 2012

NIKON D5100 Tercinta

Saya sudah cerita belum, akhirnya setelah penantian yang begitu lama sekarang saya punya kamera DSLR merek NIKON D5100, yang saya beli dari temen dengan harga second. Saya tidak bisa menunjukkan foto kameranya, karena kamera Blackberry saya jelek dan gelap karena debu jadi kalaupun saya foto dan upload hasilnya akan gelap dan tidak jelas :)

Jadi selama ini apa yang saya lakukan dengan kamera?
Pertama sebagai pemula tentu mengenal teknik dasarnya dulu seperti aperture (diafragma), shutter speed dan ISO karena ketiganya ini hal mendasar yang mempengaruhi foto yang kita hasilkan. Ketiganya ini secara teori sangat mudah dipahami, tapi memahami saja belum membuat kita bisa menghasilkan foto yang bagus. Bahkan setelah 2 bulan berlatih saya masih belum mahir dalam menggatur ketiga parameter ini, tapi semakin lama semakin baik tentunya (atw sya yang bego ya^^).

Kemudian berlanjut ke penggunaan "Metering" ini adalah alat bantu ukur cahaya. Setiap merek kamera menggunakan algoritma yang berbeda - beda untuk mengukur cahaya. Yang pasti penggunaan "Metering" ini sangat membantu agar gambar kita tidak over expose (terlalu terang) atau under expose (terlalu gelap). Walaupun setelah berlatih dan mencoba memahami, saya merasa bahwa "Metering" hanyalah alat bantu, terkadang kita memang mau fotonya agak gelap, terkadang kita memang mau agak terang (dibandingkan hasil metering).

Selain kedua hal itu saya juga mencoba sekarang membiasakan diri menggunakan Adobe Lightroom 4 yang merupakan software untuk photographer memperbaiki photonya, yang menurut saya sangat bagus dan simple (lebih bagus daripada adobe photoshop, kecuali anda memang mau edit besar2an foto anda).


Indonesian Traditional Dancer Kendo Tournament Kendo Prepare editlightroom-0541

Rabu, 05 September 2012

Masih tentang "Timeline"

Sudah beberapa hari berlalu sejak saya selesai membaca "Timeline" tapi sampai sekarang masih terbayang - bayang dalam kepala perjalanan ceritanya. Khususnya untuk bagian akhirnya dimana Marek salah satu tokoh dalam cerita yang akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di masa lalu, karena ia menyukai suasana di era itu, ketika membacanya saya merasa merinding karena pastilah jika itu benar - benar terjadi maka adalah keputusan yang besar, untuk meninggalkan semuanya yang ada di masa depan dan tinggal di masa lalu.

Demikian juga dengan perubahan sifat dari Chris yang awalnya orang modern yang lembek dan santai kemudian berubah menjadi berani yang akhirnya meluluhkan hati Kate karena keberaniannya (juga tokoh utama dalam cerita). Bayangkan saja, bagaimana kita yang tinggal di masa modern, tiba - tiba harus menghadapi politik istana, peperangan, penyerbuan di masa lalu, untuk bertahan hidup satu - satunya cara adalah menjadi kuat, tidak ragu - ragu. Gagal berarti kematian..

1 yang saya rasa kurang dalam cerita, yaitu prof. Johnson. Dalam cerita sepertinya beliau lurus - lurus saja tanpa emosi / perasaan. Padahal Marek, Kate dan Chris kan pergi ke masa lalu untuk menjemput beliau. Seharusnya prof. Johnson digambarkan lebih ... entahlah... lebih beremosi/perasaan. Hingga akhir prof. Johnson tidak jelas kepribadiannya, apakah beliau itu tegas, lemah, kuat, bijak, dll.

Tapi over all novelnya saya suka, walaupun gaya penulisannya agak berbeda dibandingkan dengan penulis - penulis lainnya. Menurut saya tulisan Michael Crichton lebih mirip skirp / naskah film, pendek - pendek dan berpindah - pindah; mungkin buat beberapa orang gaya tulisannya agak sedikit aneh dan tidak enak. Tapi tidak buat saya :) 

Next saya pengen banget membaca "Prey" yang juga tulisan Michael Crichton, bercerita mengenai nano teknologi. Sepertinya seru...

Jumat, 24 Agustus 2012

Timeline by Michael Crichton

Saya baru saja menemukan buku yang bagus dan penulis yang bagus. Secara tidak sengaja di toko buku ketika berkeliling saya tertarik untuk membeli novel, karena jujur saja novel terakhir saya terakhir adalah ketika SMA (bahkan judulnya sudah lupa, dan entah kemana).

Setelah berkeliling mencari dari beberapa pilihan (salah satunya novel Godfather oleh Mario Puzzo) akhirnya mata saya tertuju pada novel - novel Michael Crichton, karena salah satu novelnya "CONGO" saya pernah menonton filmnya dan juga menulis "Jurrasic Park". Tanpa mengenal siapa Michael Crichton dan belum pernah membaca gaya tulisnya, saya akhirnya membeli novel "Timeline" tulisannya.

Setelah membaca halaman demi halaman, semakin lama semakin menarik dan menegangkan. Halaman demi halaman saya tidak bisa berhenti membaca selalu muncul rasa penasaran bagaimana selanjutnya...bagaimana selanjutnya...bagaimana...

Novel ini bercerita mengenai waktu, bagaimana sebuah perusahaan teknologi bernama ITC mendapatkan masalah setelah mengirimkan seorang profesor ke masa lalu, akhirnya mereka meminta tolong kepada 3 orang mahasiswa anak didik sang profesor karena mereka memiliki pemahaman mengenai sejarah masa itu. Namun malang nasib mereka baru beberapa menit tiba di masa lalu, mereka langsung terlibat konflik politik dan perang dimasa itu...
Lebih lengkap

Yang saya sukai dari tulisannya adalah, bagaimana Michael memotong cerita sepenggal demi sepenggal seperti sebuah film, namun penggalan - penggalan cerita tersebut bisa bersatu menjelaskan keseluruhan kejadian. Selain itu juga setiap karakter digambarkan dengan jelas kepribadian dan kemampuan masing - masing.

Kalau kamu suka membaca novel fiksi ilmiah seperti saya, buku ini rekomen...
Buat yang belum tahu siapa Michael Crichton, lihat sini

Jumat, 15 Juni 2012

Thank You for Making me Stronger...

Sebagian besar dari kita pasti sudah sering mendengar kata-kata pendorong semangat/motivasi "What not kill you make you stronger" saat ini kata - kata tersebut benar - benar saya butuhkan sebagai pendorong semangat, dan alat bantu memunculkan pikiran positif. Bulan ini adalah bulan terberat selama bekerja di perusahaan sekarang, ditambah lagi karena ada seseorang di perusahaan customer yang keras kepala dan 'rusuh' dalam menyelesaikan masalah (buang waktu dan tenaga, untuk hal yang seharusnya dapat diselesaikan cepat), kita sebut saya Mr.A

Setelah bersusah payah menghadapi Mr.A selama beberapa hari, dan bekerja menyelesaikan berbagai permasalah yang muncul di internal ataupun external, secara mental saya menyadari saya stress dan depresi; bahkan ketika tidak banyak kerjaan pun saya merasa lelah.

Namun malam ini, saya teringat kalimat diatas "What not kill you make you stronger" dan ternyata memang benar. Justru dengan keberadaan Mr.A saya mendapat ilmu dan masukan - masukan yang bermanfaat, besar atau kecil tetap saja bermanfaat. Dan juga semakin dekat dengan rekan satu team. Jadi saya rasa saya harus mengucapkan terima kasih kepada Mr.A karena sudah membantu saya, melatih saya (Thank You for Making me Stronger).

Saya teringat, ketika menjalani skripsi saya memilih dosen dengan standar yang cukup baik, bukan memilih dosen - dosen yang terkenal mudah. Bahkan judul untuk skripsi saya juga bukan judul / topik yang mudah, salah satu alasannya adalah, jika kita memilih dosen dengan standar yang cukup baik, maka ketika pendadaran nantinya maka skripsi dan kemampuan kita sudah dengan 'standar yang baik' dan secara tidak langsung, saya yakin hal ini akan membantu pendadaran.

Jadi, biarlah yang lalu berlalu karena tidak akan bisa diubah lagi, biarlah masa depan menjadi target, yang penting adalah tindakan kita saat ini karena saat inilah yang akan mempengaruhi masa depan kita. Terima kasih Mr.A sudah membuat saya semakin kuat. Buat yang diluar sana, jika menghadapi masalah yang sama ingatlah "What not kill you make you stronger"...

"Stronger" by Kelly Clarkson



Minggu, 22 April 2012

Mirror Mirror [Movie]

Mirror - Mirror yang baru saja mulai diputar di Indonesia bercerita mengenai dongeng putri salju. Dengan pemeran utama Julia Roberts (Eat Pray Love, Nothing Hill) sebagai ratu / ibu tiri dari Putri Salju (Snow White) dan Lily Collins (Abduction, Priest) sebagai Putri Salju.



Mungkin mengetahui bahwa ceritanya mengenai Putri Salju orang akan merasa bosan, tapi film putri salju yang satu ini walaupun ceritanya mengenai Putri Salju tapi menyenangkan untuk ditonton, dengan bumbu komedi sepanjang film; saya tersenyum selama menonton dan menikmati hingga selesai. Bahkan hampir semua orang yang menonton didalam bioskop ikut tertawa.

Ada 2 ide dan efek yang menurut saya unik dan bagus dalam film ini, yang pertama adalah ide bagaimana sang Ratu masuk kedalam cermin dan muncul di dalam dimensi lain dari dalam air dan langsung seperti tertarik kedarat (sulit dijelaskan harus lihat di film), yang kedua adalah ketika bayangan dalam cermin/cermin berusaha membunuh Putri Salju dengan menggunakan sihir dan menggerakkan boneka kayu raksasa, benar - benar ide yang luar biasa, seingat saya belum pernah melihat ide seperti ini didalam film manapun.

Hal yang paling mengagumkan dari film ini adalah busana yang dipilih dan warna - warna yang digunakan, menurut saya benar - benar bagus dan indah. Tidak glamor, tapi perpaduan bahan, warna dan desain busana semuanya membuat suasana dongeng terasa hidup dan indah. Tidak banyak memang yang dapat diceritakan dan dibahas mengenai film ini karena saya rasa semua orang pasti sudah pernah mendengar mengenai cerita Putri Salju, tapi yang satu ini memiliki gaya sendiri yang unik, dan bumbu - bumbu komedi yang menyenangkan sepanjang cerita.

Di bagian akhir film ada cuplikan lagu "I believe in Love" dengan tarian - tarian bergaya India, bagus banget.




Di IMDb film ini mendapat nilai 5.8, tapi menurut saya tidak sejelek itu; menurut saya berkisar 6.5, karena memang dari cerita biasa saja tapi bumbu komedi sepanjang cerita, disain busana dan makeup yang bagus, efek dan ide memberikan nilai tambah. Film ini cukup ditonton dirumah saja, tapi kalau ada uang lebih tidak ada salahnya ditonton di bioskop bersama keluarga.