Blogger templates

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2015

Kenapa fotografi, kenapa baby?

Selama saya belajar fotografi saya sering mendengar dari fotografer fotografer yang lebih senior mengenai kejujuran kepada diri sendiri, mengapa fotografi? dengan memiliki alasan jelas maka jalan yang akan dilalui juga jelas, langkah juga jadi semakin mantap.


Dari kecil saya sudah memiliki rasa terhadap seni gambar, sejak SD saya sudah memiliki rasa tertarik dengan kamera, berbagai macam seni gambar saya coba, dari anime hingga lukis tradisional Bali, dengan berbagai media, dari pensil, crayon hingga cat minyak di kanvas. Namun lingkungan dan budaya keluarga yang tidak memungkinkan, budaya rumah saya adalah budaya karyawan, saya didorong untuk belajar dan kuliah, seni hanyalah hobi sampingan, jadi saya juga tumbuh menjadi seperti yang diajarkan; saya kuliah informatika, pekerjaan pertama saya sebagai fotografer, kemudian trainner dan terakhir sebagai product manager di vendor telekomunikasi internasional. Selama bekerja itulah saya terus merasa ada yang kurang hingga akhirnya saya mengenal fotografi dan jatuh cinta :) kamera pertama saya, saya beli dengan gaji awal ketika bekerja di vendor telekomunikasi, kamera digital Nikon D5100 dan kamera film Canonet QL17, dan dari tabungan saya bekerja saya akhirnya bisa terjun menjadi full time fotografer.

Setelah menjalani, menjadi full time fotografer itu tidak mudah, khususnya ketika diawal memulai; membutuhkan banyak usaha yang menguras pikiran, tenaga dan uang. Ditambah lagi dengan rasa khawatir, apakah penghasilan bulan depan akan cukup? apakah bulan depan bisa bayar sewa tempat? apakah bisa bayar gaji pegawai? dan lainnya (tidak hanya fotografi, saya rasa memulai semua usaha seperti ini). Namun dengan beban seperti itu saya terus berjalan selangkah demi selangkah, dengan harapan nanti ketika sukses saya akan memiliki cukup waktu untuk diri sendiri, cukup waktu untuk keluarga saya, teman teman saya, semuanya; ditambah lagi memiliki cukup uang hingga akhirnya saya tidak perlu khawatir lagi tentang uang :)

Yang saya suka dari fotografi adalah kemampuannya untuk merekam suatu kejadian, merekam kenangan dan bercerita. Mungkin karena alasan inilah saya akhirnya fokus kepada baby dan maternity, saya sangat menikmati proses foto setiap klien, khususnya ketika melihat ekspresi bahagia mereka ketika melihat hasil foto dalam bentuk print dan frame. Kebahagiaan mereka menular ke saya :) berbuat baik kepada orang dan dibayar, ini benar benar pekerjaan yang menyenangkan ;)


3 paragraf ini yang bisa saya tuliskan dan pikirkan untuk saat ini, sekedar berbagi cerita sambil saya merenung. Buat yang sudah membaca, terima kasih sudah meluangkan waktu dan semoga bermanfaat.

LOVE

Vidya Putra
[VPhotography]
Telp / Sms 081293920411
Whatsapp / Line 082211777610
Facebook http://www.facebook.com/vidyaputra84
Twitter http://www.twitter.com/vidyaputra
Instagram http://www.instagram.com/vidyaputra
Flickr http://www.flickr.com/vidyaputra

Jumat, 11 Juli 2014

Sangjit / Seserahan, apa itu?

Dapet booking-an untuk foto acara Sangjit, di jakarta pada agustus 2014 nanti, dan jujur saya sering dengar Sangjit tapi belum pernah tahu apa itu :) yang saya tahu hanyalah Sangjit merupakan salah satu acara terkait dengan pernikahan dalam budaya Tionghoa, selain itu blank... Jadi sebagai persiapan tentunya saya mulai mencari informasi apa Sangjit itu, dari internet, dari kenalan, dan lain - lain.

Sangjit memang merupakan salah satu acara / kegiatan yang dilakukan dalam budaya Tionghoa, Sangjit sendiri sering diterjemahkan sebagai "Seserahan" yang merupakan kelanjutan dari proses "Lamaran". Garis besarnya dalam acara Sangjit ini adalah -- keluarga pihak pria, mengantarkan seserahan kepada pihak keluarga wanita.

Proses dan detail Sangjit sendiri sudah berubah menjadi lebih sederhana dibandingkan budaya aslinya, baik dari waktu mengadakan dan isi dari seserahan itu sendiri. Misalnya, jaman sekarang Sangjit sering diadakan dengan waktu yang berdekatan dengan hari pernikahan, terkadang H-1 hari pernikahaan dan ada juga yang mengadakan pada hari H pernikahan (siang hari atau pagi harinya).

Untuk seserahannya sendiri, total keseluruhan ada 12 nampan / jumlah genap. Dengan isi kira kira sebagai berikut :
1. Perhiasan dan alat kecantikan (1set)
2. Pakaian mempelai wanita / kain bahan (1set)
3. Angpao yang terdiri dari (Uang susu dan uang pesta/sangjit)
4. Buah Apel (dengan jumlah berkelipatan 8)
5. Buah Jeruk (dengan jumlah berkelipatan 8)
6. Buah Pear (dengan jumlah berkelipatan 8)
7. Lilin merah besar (2 pasang dengan gambar naga dan burung phonix/hong)
8. Kaki babi (1 pasang), jaman sekarang sering digunakan makanan daging kaleng sebanyak kelipatan 8
9. Kalengan kacang polong sebanyak kelipatan 8
10.Kue mangkok merah (8 buah)
11. Arak, atau jaman sekarang sering juga digunakan wine / champagne (1 botol)
12. Arak, atau jaman sekarang sering juga digunakan wine / champagne (1 botol)

ada beberapa hal juga yang harus diingat dalam proses Sangjit ini, yaitu :
- Jika seserahan diterima semua oleh pihak pengantin wanita maka berarti, pihak keluarga wanita memutus hubungan dengan pengantin wanita dan menyerahkan seluruhnya pada pihak keluarga pria. Biasanya pihak keluarga wanita akan mengembalikan sebagian.
- Dalam budaya Tionghoa angka 8 merupakan angka keberuntungan, karena itu semua isi dari seserahan berjumlah kelipatan 8.
- Lilin merah dengan gambar naga dan burung hong berarti menghalau unsur negatif.
- Kue mangkok merah sebagai lambang dari keberuntungan.
- Jika pihak keluarga wanita memutuskan untuk mengembalikan sebagian seserahan (seperti yang dijelaskan di bagian 1) maka -- Angpao uang pesta dan kue mangkok merah diambil sebagian oleh pihak keluarga wanita dan dikembalikan sisanya. Saat mengembalikan, pihak keluarga wanita juga menambahkan 1set pakaian pria serta permen, kue dan coklat atau manisan. Selain itu pihak keluarga wanita juga akan memberikan angpao pada orang - orang yang telah membantu mengantarkan seserahan. Ada pula pada beberapa acara, pengantin wanita memberikan pakaian kepada orang tua pengantin pria.
- Yang terakhir, jika pengantin wanita melangkahi kakaknya dan menikah lebih dulu maka seserahan juga akan berisi 1 set pakaian untuk sang kakak.

Kira - kira demikian secara garis besar yang bisa saya tangkap mengenai Sangjit. Tapi perlu diketahui kalau yang namanya budaya, apalagi budaya lama seperti ini biasanya pasti akan ada perbedaan antara yang di sumatra, sulawesi, jakarta dan lain - lain.

Setelah mempelajari ini, saya sudah siap untuk foto acara. Tinggal membahas dengan pasangan pengantin dan keluarga mengenai detail acara seperti apa.Yang pasti saya sudah membayangkan akan banyak foto motif - motif detail, ornamen, moment - moment penting dan foto keluarga. Sepertinya yang saya butuhkan tetap seperti biasa lensa 50mm f1.8 + 35mm f1.8 + Macro (untuk foto detail / ornamen). Sippp...

Nanti saya share lagi pengalaman saya setelah hari H Sangjit di 30 Agustus :)

Sabtu, 05 Juli 2014

Antara fulltime fotografer dan kantoran

Akhirnya setelah bekerja selama hampir 4 tahun, sekarang adalah bulan terakhir saya sebagai pekerja kantoran. Selanjutnya akan menjadi fulltime fotografer, menjadi pemimpin diri sendiri.




Saya masih ingat dulu, ketika persiapan, yang saya rasakan hanya semangat dan rasa senang -- semakin mendekati hari terakhir mulai muncul rasa takut. Takut untuk memulai baru, takut untuk melepaskan pegangan dan rasa aman bekerja di perusahaan besar.Ada yang mengalami hal yang sama?

Secara teori, saya sering dengar mengenai rasa takut ini sebagai penghalang terbesar bagi seseorang untuk memulai usaha sendiri. Tapi tetap saja, walaupun tahu, tetap saja perut terasa mules dan jantung deg deg-an setiap kali teringat bahwa bulan ini terakhir. Persiapan saya sudah cukup? Modal saya sudah cukup? Bagaimana kalau nanti gagal? Bagaimana kalau... begini, begitu? Banyak sekali rasa takut yang muncul. Tapi ya sudahlah, tidak ada gunanya mengikuti rasa takut, masa depan masih belum pasti, apa yang saya lakukan sekarang yang akan menentukan masa depan. Bukankah begitu :)

Beruntung sekali, bulan depan sudah mendapat 3 calon klient, 2 untuk foto baby dan 1 untuk prewedding outdoor. Memikirkan ketiga calon klien ini menjadi pendorong dan motivasi untuk berani. Mempersiapkan konsep, mempersiapkan kebutuhan, sesi foto dan akhirnya pembayaran, membayangkan apa yang saya kerjakan membuat saya tersenyum, inilah yang saya inginkan... fotografi...Tapi bukan berarti saya bisa bersantai, malahan saya harus bekerja lebih keras dan menghabiskan lebih banyak waktu dibandingkan ketika saya bekerja kantoran.

Tapi begitulah adanya, saya memang tidak cocok bekerja kantoran dan saya memilih untuk bekerja keras di fotografi... memikirkannya saja sudah membuat saya tersenyum.Ahhh bahkan nanti sabtu dan minggupun harus bekerja, karena klien biasa lowong di hari itu.

Mengutip diri sendiri kala bergosip
"langkah pertama selalu yang paling sulit, langkah selanjutnya tinggal mengikuti saja"

Selasa, 03 Juni 2014

Bagaimana Menentukan "gaya foto"

Waktu sedang browsing - browsing sambil menonton CreativeLive workshop di internet, tidak sengaja saya menemukan bacaan menarik di Phlern.com dengan judul yang sama seperti artikel ini "How to Define Your Style". Artikel tersebut ditulis oleh Ryan Cooper, seorang photographer dari Vancouver - America.


Sebagai seorang fotografer pada suatu saat pasti akan mendengar kata "gaya foto" karena penting jika ingin sukses di dunia fotografi, karena gaya foto kita akan membedakan kita dengan fotografer lainnya. Di tulisannya Ryan mendefinisikan "gaya" (STYLE) sebagai rasa yang muncul secara konsisten pada hasil karya yang diciptakan oleh seorang seniman. Di bawah sadar "gaya" bisa muncul pada penampilan, subjek atau emosi. Dengan adanya "gaya" maka seorang seniman dapat menciptakan rasa kesatuan pada hasil karyanya, bisa dalam cahaya tertentu hingga cara edit akhir di software seperti photoshop.

Jadi ada 3 langkah bagaimana kita dapat berlatih dan menajamkan "gaya foto" kita, yaitu :
1. Tulis di kertas 5 kata yang dapat mewakili hal yang kita cintai dari foto kita. Terjemahkan hal ini dengan bebas, kita dapat menuliskan emosi, perasaan, warna, kata benda, dll yang muncul di kepala kita yang dapat mewakili apa yang kita cintai tentang fotografi.
2. Kemudian buat daftar baru, yang berisi hanya 3 kata yang memancarkan apa yang kita tidak inginkan pada foto kita. Tapi ketiga hal ini haruslah hal yang POSITIF. Anggaplah sebagai 3 pujian yang kita tidak inginkan.
3. Bawalah terus kertas ini atau letakkan di tempat yang sering kita lihat. Kemudian setiap kali kita akan memfoto, ingatlah selalu hal ini, khususnya 3 hal yang kita tidak inginkan pada foto kita.

Dengan melatih hal ini, perlahan - lahan foto - foto kita akan memiliki rasa yang sama, dan semakin menggambarkan apa yang kita suka, menggambarkan "gaya foto" kita. Khususnya bagi fotografer pemula, saya rasa hal ini sangat bagus untuk dilatih, karena biasanya dari pengalaman saya seorang fotografer pemula akan memiliki gaya foto yang mirip dengan mentornya, dengan gurunya, pada awalnya hal ini tidak menjadi masalah, tapi jika tidak menemukan gaya foto-nya sendiri maka seorang fotografer tidak bisa menonjol dan mandiri.

Jumat, 25 April 2014

ISO, Shutter dan Aperture sebagai alat kreatifitas

Hal yang paling mendasar di dalam fotografi adalah ISO, Shutter Speed dan Aperture karena ketiga hal ini akan menentukah hasil terang dan gelap foto. Walaupun jaman sekarang dengan adanya kamera digital dan program olah gambar, kita dapat mengubah hasil setelah gambar/foto di ambil, tapi ketiga hal ini tetap penting (paling tidak menurut saya).

ISO : menentukan seberapa sensitif sensor terhadap cahaya, atau ASA dalam kamera analog yang menentukan seberapa sensitif film terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO, maka noise akan semakin kuat atau nampak, dan warna juga akan sedikit terganggu.
SHUTTER SPEED : menentukan seberapa cepat bukaan shutter, tentu menentukan seberapa lama gambar direkam. Semakin cepat gambar yang di rekam akan semakin singkat, dan sebaliknya.
APERTURE : menentukan seberapa besar bukaan lubang, mempengaruhi seberapa banyak cahaya yang masuk. Semakin kecil angka aperture berarti bukaan semakin besar, dan sebaliknya semakin besar angka aperture maka bukaan semakin kecil. Jika bukaan semakin besar maka DOF akan semakin sempit (apa itu DOF).

Ketika mempelajari tentang ketiga hal tersebut memamg terasa sangat teknis, banyak angka dan hitungan. Berapa isonya, apakah 200, 400, 800, berapa shutter speednya apakah 60, 125, 250, kemudian bagaimana denga apeturenya 2, 4, 6, 8, 11, 16? Semua itu harus dipikirkan hanya untuk mendapatkan kualitas cahaya yang pas. Teknis sekali...

Di tulisan ini saya tidak akan menjelaskan mengenai ISO, Shutter Speed atau Aperture karena sudah banyak tulisan seperti itu di internet :) saya hanya ingin menyampaikan pemikiran/basa basi, berbagi pengalaman saya. Semakin lama kita belajar dan berpraktek fotografi, semakin kita menguasai ketiga hal mendasar ini, perlahan lahan hal yang sebelumnya dirasa teknis akan menjadi sesuatu yang alami dan kemudian muncullah kreatifitas didalamnya.

Yang saya maksud dengan kreatifitas adalah, jika sebelumnya kita menggunakan ISO, Shutter Speed dan Aperture untuk mendapatkan kualitas cahaya yang pas; sekarang kita mulai menggunakannya untuk kreatifitas. Mendapatkan noise yang sesuai kreatifitas kita, menambahkan gerak dinamis dalam foto atau mendapatkan DOF yang tepat sesuai imajinasi. Kemudian foto kita tidak lagi harus kaku dengan cahaya yang tepat, tapi bisa jadi blur, tajam segala bidang, atau tajam hanya pada area yang sempit, foto dengan cahaya yang gelap, terang atau terang sekali. Mungkin juga kita ingin foto kita hanya menangkap moment yang sangat singkat, dll.

Jangan terpaku pada pemikiran bahwa foto portrait dengan "bokeh" adalah yang bagus, atau misalnya menggunakan lensa tele akan memberikan hasil portrait yang terbaik, atau foto yang bagus adalah ketika wajah modelnya kelihatan mulus bersih, dan hal - hal sejenisnya. Karena ketika berbicara kretifitas, maka semua itu menjadi relatif, tergantung selera masing - masing orang. Jangan sampai kretifitas kita terkekang hanya karena orang lain mengatakan A,B dan C :)

Ketika sudah mencapai tahap ini, ketika itulah fotografi akan terasa menyenangkan dan menarik sekali, bikin kecanduan :) menurut saya...

Berikut beberapa contoh foto yang menurut saya bisa menjadi contoh dan sumber inspirasi. Semoga tulisan basa basi ini bermanfaat, khususnya untuk yang baru belajar fotografi.

Minggu, 06 April 2014

Tips Wedding : Fokus pada 5 hal penting

Minggu lalu ketika sedang membaca - baca majalah digital wedding dan fotografi di tablet, saya menemukan artikel yang bagus sekali mengenai persiapan wedding. Memang bukan di tulis oleh orang Indonesia, tapi menurut saya isinya cocok untuk semua wedding.

Majalahnya bernama RUCHE di edisi Wedding Bliss "A Collection of Experts Tips & Projects" (saya membaca dengan aplikasi ISSUU, pada tulisan berjudul "Tips for the Bride" by Elsie disana ditulis, untuk mengurangi stress ketika mempersiapkan wedding ada beberapa hal yang dapat membantu, dan salah satu dari tips tersebut yang paling saya ingat adalah untuk memilih hanya 5 hal yang benar - benar kita impikan dan fokus pada hal tersebut, bahkan jika harus membayar mahal tidak menjadi masalah, sedangkan sisanya diluar 5 hal tersebut kita bisa bayar vendor standard saja.

Membaca artikel ini, saya langsung tertarik, karena saya setuju sekali, kalau kita fokus pada segala hal yang ada dan berharap semuanya sempurna maka akan membebani pikiran (khususnya pengantin wanita, yang biasanya memiliki impian wedding).

Setelah membaca artikel ini, saya langsung menunjukkan ke calon saya :) dan membahas, apa 5 hal yang menjadi impian dia dan apa 5 hal yang saya inginkan, lalu kami fokus pada masing - masing.



Untuk sekarang, dalam list 5 hal tersebut yang saya dapat adalah 1. Photo (tentu, sebagai fotografer :); 2. Cake (saya ingin kue yang simple, full cake dan dengan buah didalamnya); 3. Menu makan... tinggal memikirkan 2 hal lagi yang kira-kira ingin saya masukkan kedalam list.

Jadi bagaimana menurut kalian, setuju? apa saja 5 hal dalam list kalian?

Minggu, 09 Maret 2014

Cahaya dan Bayangan

Light and ShadowSelama belajar fotografi saya sering mendengar/menonton workshop fotografi di internet, salah satu yang paling saya ingat adalah workshop dari fotografer wedding kelas dunia bernama Scott Robert Lim.

Scott adalah fotografer yang selalu menggunakan flash/cahaya buatan, dan ahli menggunakannya. Didalam salah satu workshopnya di Creativelive ia mengatakan (kira-kira sbb) bahwa -> biasanya fotografer fokus pada cahaya, berusaha menguasainya, tapi jangan lupa pada bayangan karena bayangan juga bermanfaat. Bayangan dapat melangsingkan, memberi bentuk.

Pada awalnya saya hanya pada tahap mengerti maksudnya, namun belum benar - benar pencerahan. Hingga pada waktu saya uji coba cahaya/flash dan mendapatkan hasil foto yang disamping (adik sbg model :). Hanya karena ada bayangan di bagian tertentu, lengan adik saya terlihat berotot. Sejak itu, setiap mempersiapkan foto, saya tidak hanya memikirkan mengenai cahaya, tapi memikirkan seperti apa bayangan yang saya inginkan, apakah bayangan kuat, lembut, dan di bagian mana.

Sekarang saya menggunakan bayangan untuk memperlangsing, misalnya ketika mempersiapkan foto pengantin wanita, agar pinggang terlihat lebih langsing, saya bisa mengatur bagaimana agar sebagian pinggang muncul bayangan dan sebagian lagi terang, atau misalnya di bagian leher, dll.

Ini salah satu pengalaman/pembelajaran penting selama perjalanan fotografi saya :)

Sabtu, 01 Maret 2014

Selamat buat Hinto dan Leny

Setelah mempersiapkan foto prewedding sejak akhir 2013 lalu dan melakukan 3x photo sesi, akhirnya bulan Maret 2014 ini adalah hari H, hari berbahagia yang ditunggu - tunggu. Selamat buat Hinto Susanto dan Leny Waty, semoga kalian berdua happy selalu dan sukses selalu...

Foto di Kota tua sudah, foto di Anyer sudah, foto studio indoor sudah, album sudah tercetak, photo slideshow juga sudah. Jadi sudah siap untuk hari H :)

HL Album
Hinto_Leny Studio3
Hinto_Leny Studio4
Hinto_Leny Studio1
Hinto_Leny Studio4

Hinto + Leny from vidya putra on Vimeo.

Selasa, 24 Desember 2013

Prewedding Jakarta : Gaya Foto

Satu hal yang sebaiknya di ketahui oleh pasangan yang akan foto prewedding adalah, setiap fotografer punya gaya foto masing - masing, seperti karya seni, setiap seniman lukis memiliki gaya lukis dan selera masing - masing. Untuk itu ada baiknya ketika mencari fotografer atau studio foto, selain harga juga pasangan yang akan foto prewedding melihat gaya foto fotografer atau studio tersebut. Ini penting dilakukan, jadi pasangan yang difoto tahu hasil akhirnya akan seperti apa.

Seperti saya misalnya. kalau dilihat dari semua hasil foto akhir dari foto - foto saya, saya suka foto pasangan dengan menunjukkan kedekatan mereka, relasi, kasih sayang. Jadi foto - foto saya banyak yang dalam posisi berpelukan, bergandengan tangan, berciuman, bersandar, tertawa dan bercanda. Fotonya sendiri mungkin sederhana, tanpa banyak props, hiasan dan edit akhir. Seperti foto - foto dibawah ini, atau foto - foto lainnya di web ini, seperti itulah hasil foto saya.

Hinto_Leny Couple3 

Hinto_Leny Couple1 

Hinto_Leny Couple2

Sabtu, 09 November 2013

Prewedding Jakarta : Leny & Hinto

Saya sudah kenal dengan Hinto dan Leny sebelumnya, jadi dengan sedikit diskusi dan obrolan singkat saya langsung merasakan foto seperti apa yang cocok buat pasangan ini. Simple, Mandiri dan Intim, 3 hal inilah yang saya lihat dari Hinto dan Leny. Dengan t-shirt warna merah dan hitam serta celana jeans santai, saya ajak mereka berdua untuk berfoto di Kota Tua, Jakarta.

Pose dalam foto saya pilih pose - pose yang dekat dan mesra sekaligus santai, dengan bidang yang sempit membuat foto terasa dan kelihatan intim. Berikut beberapa foto mereka selama di Kota Tua, berikutnya pasangan luar biasa ini akan foto di satu lokasi outdoor lagi ditambah dengan foto studio dan akhirnya siap untuk hari H pernikahan. Dibawah ini salah satu foto kesukaan saya, simple namun mood wajah mereka benar2 menonjol. Simple tapi penuh arti...

Hinto_Leny

Kamis, 08 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Buat semua yang merayakan saya mengucapkan
"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin"

Dalam hidup ini, setiap orang memiliki perbedaan baik yang kelihatan langsung maupun tidak. Jadi dalam berinteraksi juga terkadang terdapat perbedaan, baik yang besar maupun kecil, untuk itu saya mohon maaf jika pernah melakukan hal - hal yang tidak enak...

Selasa, 16 Juli 2013

Curhat Hitam Putih

Rya_Riri Chillin BW_7
Sejak pertama kali terjun ke dunia sambil bekerja di wedding, prewedding atau couple fotografi saya jatuh cinta dengan foto hitam putih, walaupun saya belum pernah menjepret menggunakan kamera film. Tapi rasa suka dengan foto hitam putih tetap ada dan kuat. Kalau diingat - ingat entah sudah berapa kali saya mengedit foto digital menjadi hitam dan putih dan ketika saya menunjukkan ke orang lain mereka bilang lebih bagus warna :)

Memang foto warna lebih bagus saya setuju mengenai hal tersebut, foto warna lebih indah dibandingkan dengan foto hitam putih. Tapi yang membuat saya jatuh cinta dengan foto hitam putih bukan keindahan tersebut, menurut saya foto hitam putih memiliki rasa seni yang lebih dibandingkan dengan warna, saya pribadi merasa ketika melihat foto warna otak tidak perlu menerjemahkan warna yang kompleks dan rumit, tapi langsung menuju pada inti dari foto tersebut seperti cerita dibalik foto, apa yang terjadi ketika foto diambil, mood model dalam foto, dll-- semua itu dapat dilihat dan dirasakan langsung. Terang dan gelap, sangat sederhana namun memiliki rasa yang dalam...

Setelah beberapa kali mengoprek foto menjadi hitam putih dengan menggunakan photoshop, akhirnya saya menemukan edit yang pas dengan selera saya (tergantung fotonya juga), berikut dibawah ini beberapa foto hasilnya. Foto diambil ketika ada acara hunting foto di Kota Tua Jakarta dengan judul Happy Charity Hunting yang salah satu panitianya adalah model cantik Camelia Qrei

Model : Rya Nightingale & Riri Mickey
Foto lainnya ada di flickr sini
Rya_Riri Chillin BW_1

Rya_Riri Chillin BW_3

Rya_Riri Chillin BW_4

Rabu, 03 Juli 2013

Prewedding Jakarta : Ian & Vita

Ian and Vita
Senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk memfoto Ian dan Vita, mereka adalah teman lama ketika saya masih di Jogjakarta. Dari pagi selama persiapan hingga selesai acara foto prewedding Jakarta, kelihatan sekali mereka adalah pasangan yang serasi, saling menghormati, menyayangi dan peduli, itu semua terlihat jelas dari gerak gerik mereka berdua. Dalam proses pengambilan foto, tengah hari di taman mini jakarta, ketika saya melihat bagian depan kereta, baju yang digunakan Vita dan baju yang digunakan Ian saya langsung merasakan dorongan untuk memposing mereka dan mengambil gambar, hasilnya adalah gambar diatas. Hanya dengan beberapa kali klik saya langsung tahu ini adalah foto kesukaan saya. Kuat tapi penuh cinta, sungguh luar biasa...

Kamis, 13 Juni 2013

Flickr Photo : Dimitris Makrygiannakis

Iam not planning to post so many Flickr photo on my blog, but really there is so many amazing photographer there. After posting Eric Kim, Rinzi Ruiz, JD Hancock now Dimitris Makrygiannakis. I found him from Eric Kim blog (again), and when i look into his flickr account i was amazed. For me when i see Dimitris's photo, it tell story.

Below is several photo that i really like...
Check his flickr account here :)

.

.

.

.

.

.

Jumat, 07 Juni 2013

Flickr Photo : JD Hancock

I always believe that every photographer have their own style and it reflect who they are, what they do, what they love... Eric Kim for example with his sociology basic or Rinzi Ruiz with his Design Graphic basic and both their style will look different from photographer with classic art basic.

And that thing also happend to me, i was a swimmer for years, i love sports and action. I think my love to movies also reflected in my style. I like color, coolness and emotion in my photo, i like my photo look strong in color, light, or feel.

But anyway, this is not about me; it about JD Hancock Flickr photo that i accidently found, when you see his photo subject and style you know hi is a geek :) i have so much fun browsing all his photo. So here is several photo from his Flickr account and please go visit his website also...

Green Lantern Extreme

Mario vs. Super Luigi (316/365)

Mini-Me vs. Minnie Mouse (343/365)

Signs Of The Storm

Storm-Tossed

Maid Of Steel / Made Of Copper

Universal Thing

Rabu, 05 Juni 2013

Flickr Photo : Rinzi Ruiz

From Eric Kim blog and Youtube channel i got Rinzi Ruiz name, both is a strong street photographer with different style. If Eric interested in people then Rinzi interested in light. In most of Rinzi photo he manage to frame the subject with light, it just so unique and fun to see.

Here is some of Rinzi photo that i really like from Flickr, and checkout his blog, get inspired.

A Load to Carry 
 

Returning with Goods 
 
Union Station Blues
Vehicular Disagreement 
 
Solemn 
 
Piggy Back 
 
Love Can Get You Out of the Darkness 

 

Selasa, 21 Mei 2013

Here my craving for Fuji X100s start

In this blog post, i just want to write about my craving of Fuji X100s, i never use it though, but hopefully i could get feedback from this post about Fuji X100s and oneday i might buy it.

Since i have my Nikon D5100 i feel happy and proud of it, it was become my best friend in an instant, i bring   it everywhere i go. But it all change last month, after i read Zack Arias blog about Fuji S100s camera. The way he describe the Fuji is so smooth and fun, it hipnotize me...

This is a quote from that blog post :
"...Fuji is the new Leica and the x100s is the greatest camera I’ve ever owned"

And not only the explanation and the story in the blog is so good, but the photo taken with his Fuji is also amazingly great. The color... i love it...  you can also go to his 500px gallery for Fuji X100s gallery.
Esin Görür by Zack Arias (zarias)) on 500px.com
Esin Görür by Zack Arias
Esin Görür by Zack Arias (zarias)) on 500px.com
Esin Görür by Zack Arias
Esin Görür by Zack Arias (zarias)) on 500px.com
Esin Görür by Zack Arias

Other then that, there is also a youtube video of Zack using his Fuji in Istanbul and India, and trully the video is making me wanting Fuji X100s even more :)

Kamis, 16 Mei 2013

Chase Jarvis's Dream Photograph

I guess this is what happend if you as good, full of idea, inovation and have high spirit like Chase Jarvis. Samsung call him and ask if he would create his dream photograph and Samsung would pay for the cost. Samsung only requirement is that the image is colorful to prove the color quality on Samsung Premium Monitor Series 9.

Any way, i dont have many word to describe it. All desribed clearly at Chase's blog. To see how awesome it is just watch below video and the final campaign photo...

 




Selasa, 07 Mei 2013

Flickr Photo : Eric Kim

Iam not a street photographer, and iam not planning to be, but i do enjoy to bring my camera on the street and take some photo, but when i do go to the street i have issue with my fear and social skill. You can say iam not a social person, iam enjoying to be alone, i think thats why its hard for me to do street photography.

This is why Eric Kim is my inspiration, he is so fearless in the street. His social skill is great, he know how to handle people and communicate with them.

If you want to know who is Eric Kim, please visit his blog : http://erickimphotography.com/blog/about/
and below is several photo from his flickr account, hope you enjoy.

Superman Opposed Heads Up! Santa Monica Jazz Hands Hearts Glasses Sneeze Dark Skies Over Tokyo