Blogger templates

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label CURHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CURHAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2015

Kenapa fotografi, kenapa baby?

Selama saya belajar fotografi saya sering mendengar dari fotografer fotografer yang lebih senior mengenai kejujuran kepada diri sendiri, mengapa fotografi? dengan memiliki alasan jelas maka jalan yang akan dilalui juga jelas, langkah juga jadi semakin mantap.


Dari kecil saya sudah memiliki rasa terhadap seni gambar, sejak SD saya sudah memiliki rasa tertarik dengan kamera, berbagai macam seni gambar saya coba, dari anime hingga lukis tradisional Bali, dengan berbagai media, dari pensil, crayon hingga cat minyak di kanvas. Namun lingkungan dan budaya keluarga yang tidak memungkinkan, budaya rumah saya adalah budaya karyawan, saya didorong untuk belajar dan kuliah, seni hanyalah hobi sampingan, jadi saya juga tumbuh menjadi seperti yang diajarkan; saya kuliah informatika, pekerjaan pertama saya sebagai fotografer, kemudian trainner dan terakhir sebagai product manager di vendor telekomunikasi internasional. Selama bekerja itulah saya terus merasa ada yang kurang hingga akhirnya saya mengenal fotografi dan jatuh cinta :) kamera pertama saya, saya beli dengan gaji awal ketika bekerja di vendor telekomunikasi, kamera digital Nikon D5100 dan kamera film Canonet QL17, dan dari tabungan saya bekerja saya akhirnya bisa terjun menjadi full time fotografer.

Setelah menjalani, menjadi full time fotografer itu tidak mudah, khususnya ketika diawal memulai; membutuhkan banyak usaha yang menguras pikiran, tenaga dan uang. Ditambah lagi dengan rasa khawatir, apakah penghasilan bulan depan akan cukup? apakah bulan depan bisa bayar sewa tempat? apakah bisa bayar gaji pegawai? dan lainnya (tidak hanya fotografi, saya rasa memulai semua usaha seperti ini). Namun dengan beban seperti itu saya terus berjalan selangkah demi selangkah, dengan harapan nanti ketika sukses saya akan memiliki cukup waktu untuk diri sendiri, cukup waktu untuk keluarga saya, teman teman saya, semuanya; ditambah lagi memiliki cukup uang hingga akhirnya saya tidak perlu khawatir lagi tentang uang :)

Yang saya suka dari fotografi adalah kemampuannya untuk merekam suatu kejadian, merekam kenangan dan bercerita. Mungkin karena alasan inilah saya akhirnya fokus kepada baby dan maternity, saya sangat menikmati proses foto setiap klien, khususnya ketika melihat ekspresi bahagia mereka ketika melihat hasil foto dalam bentuk print dan frame. Kebahagiaan mereka menular ke saya :) berbuat baik kepada orang dan dibayar, ini benar benar pekerjaan yang menyenangkan ;)


3 paragraf ini yang bisa saya tuliskan dan pikirkan untuk saat ini, sekedar berbagi cerita sambil saya merenung. Buat yang sudah membaca, terima kasih sudah meluangkan waktu dan semoga bermanfaat.

LOVE

Vidya Putra
[VPhotography]
Telp / Sms 081293920411
Whatsapp / Line 082211777610
Facebook http://www.facebook.com/vidyaputra84
Twitter http://www.twitter.com/vidyaputra
Instagram http://www.instagram.com/vidyaputra
Flickr http://www.flickr.com/vidyaputra

Rabu, 22 Oktober 2014

Foto makanan : Tidak semudah kelihatannya

Sebelum dimulai saya mengaku salah dulu, sebelum saya mencoba saya merasa foto makanan atau food photography itu mudah. Setelah mencoba ternyata tidak semudah kelihatannya, dalam proses foto memang terlihat mudah, dapat dilakukan di ruangan yang kecil, dengan cahaya alami, kalaupun menggunakan cahaya buatan, set yang dibutuhkan cukup sederhana, dan sering kali kita lihat modifiernya dapat di buat sendiri. Jadi saya putuskan untuk mencoba sendiri :)

Di jepretan pertama saya, saya melihat ke sekeliling dan mencari lokasi dan cahaya yang dapat saya gunakan. Yang saya ketahui pasti untuk foto makanan kita harus menggunakan cahaya yang lembut, tidak bisa terlalu kontras atau terik seperti cahaya matahari langsung di siang hari. Dengan menggunakan f1.8 saya mengetahui bahwa background kebun bayam dirumah akan blur dan over expose, sehingga tidak kelihatan.


Setelah melihat hasil jepretan pertama, saya melihat hasilnya masih terlalu kontras, dan background terlalu overexpose sehingga tidak nyaman untuk dilihat. Jadi saya putuskan untuk menambahkan reflektor dengan gabus seharga Rp. 15.000 dan mengubah background, dengan mengubah komposisi akhirnya didapat foto seperti dibawah.


Berikutnya yang masih saya rasa kurang adalah background, warna meja kayu tidak cocok dengan warna piring dan makanan yang ada. Untuk itu saya mengganti background, dan juga mengubah angle foto serta mengurangi cahaya yang jatuh di makanan, agar tidak terlalu pucat. Setelah melihat hasilnya, dari segi komposisi dan cahaya saya sudah cukup puas, walaupun memang belum sebagus fotografer makanan yang profesional.

Setelah merenungkan beberapa waktu, disinilah saya menyadari bahwa untuk foto makanan dibutuhkan desain dan konsep yang kuat bagaimana agar makanan yang difoto kelihatan enak sekaligus indah, dan juga menyesuaikan dengan konsep atau ide klien. Kemampuan teknis fotografi saja tidaklah cukup.

Hal hal detail juga perlu diperhatikan, seperti butiran air, es yang meleleh, lemparan sayur atau potongan buat, taburan bumbu atau bubuk gula hal hal detail ini walaupun terlihat sepele, tapi dapat mengubah rasa dari foto makanan ketika dilihat, dan dapat membuat makanan jadi terlihat lebih enak.



Khususnya masalah pemilihan warna, komposisi dan modifier cahaya yang digunakan, ketiga hal ini yang saya rasa paling penting agar sebuah foto makanan terlihat bagus. Di foto terakhir, setelah menyadari hal yang saya ceritakan diatas, saya tambahkan 2 helai bunga bayam, dengan sedikit edit hasil akhirnya seperti dibawah :)

Jadi jika ada pertanyaan dari siapapun, mengenai foto makanan yang terlihat mudah, baik dari klien maupun sesama fotografer, saya rasa inilah jawabannya, konsep dan desain, kedua hal inilah yang dibayar mahal oleh klien, kedua hal inilah yang membuat foto makanan tidak semudah kelihatannya.


Rabu, 01 Oktober 2014

9 alasan menggunakan fotografer profesional untuk wedding

Dijaman kamera digital sekarang, hampir semua orang punya kamera digital yang bagus, tua, muda, bahkan anak - anak. Dan akhirnya banyak orang yang menjadi fotografer, atau menganggap dirinya fotografer. Untuk itu saya ingin memperjelas sebenarnya apa yang membedakan fotografer profesional dengan yang bukan, apa yang sebenarnya anda dapatkan ketika membayar fotografer profesional untuk wedding.

Alasan pertama (1) - Solusi ketika terjadi masalah
Fotografer profesional telah memiliki pengalaman dan belajar banyak sebelum mulai bekerja sebagai fotografer, namun walaupun sudah memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan tentang suatu wedding, hal hal yang tidak terduga bisa saja terjadi, banyak hal yang bisa terjadi diluar kehendak bagaimanapun dipersiapkan, misalnya saja kamera tiba - tiba mati / error, flash tidak menyala atau jatuh dan rusak, memory card rusak, dan lain sebagainya.

Seorang fotografer profesional akan tahu bagaimana mengatasi masalah yang muncul dan tetap tenang, tidak panik. Selain itu seorang fotografer profesional selalu sudah siap dengan peralatan cadangan sebagai persiapan jika ada yang rusak.

Banyak cerita yang sering saya dengar mengenai hal seperti ini, dan bagaimana seorang fotografer profesional menyelesaikannya. Misalnya, seorang fotografer wedding yang hebat dari Australia pernah bercerita mengenai pengalamannya ketika jaman kamera film, ketika acara berlangsung mobilnya dicuri dan semua film hasil fotonya ada didalam, akhirnya fotografer dan pengantin dan saudara saudaranya setuju untuk mengulang beberapa point penting dalam acara untuk di foto ulang, dan dengan kemampuan sang fotografer hasilnya tetap memuaskan (dan untungnya mobil yang dicuri tertangkap, dan film hasil fotonya masih utuh).

Alasan kedua (2) - Pengetahuan mengenai fotografi
Dengan teknologi sekarang, setiap orang bisa membuat foto yang bagus, saya setuju. IPhone adalah salah satu smartphone dengan kamera yang bagus, Sony XPeria juga, tinggal download aplikasi untuk filter dan hasilnya luar biasa, atau jika menggunakan kamera digital tinggal set kamera ke AUTO dan set flash ke TTL (jika menggunakan flash off-camera) dan kamera akan dengan pintarnya membuat foto yang bagus.

Tapi yang perlu diketahui, kamera digital tidak sepintar itu, tidak lebih pintar daripada fotografer profesional. Kamera tidak bisa menentukan hal terkait seni, misalnya angel pengambilan foto, komposisi atau pose, kamera digital atau smartphone tidak tahu caranya membuat foto yang bagus, foto yang enak dilihat sedangkan seorang fotografer profesional belajar mengenai hal ini bertahun - tahun; atau ketika cahaya terlalu redup, hasil foto menjadi goyang / blur bahkan jika terlalu gelap kamera tidak bisa membaca kondisi sekitar, seorang fotografer profesional tahu solusi untuk masalah seperti ini. Masih banyak hal lainnya yang terlalu panjang untuk diceritakan :)

Alasan ketiga (3) - Mengetahui flow acara
Seorang fotografer wedding profesional pasti mengetahui mengenai prosesi acara wedding dari awal sampai akhir, karena pengalaman tersebut maka akan siap selalu untuk mengambil foto terbaik sebelum terjadi. Hal ini akan sangat membantu, agar tidak ada bagian penting yang terlewatkan.

Misalnya, saya pernah menghadiri wedding seorang teman di gereja, dan saat acara dimulai fotografernya tidak ada di posisi, tidak ada yang mengetahui dia berada dimana, untung saja saya membawa kamera, jadi salah satu saudaranya mendatangi saya dan minta tolong untuk di foto proses memasuki gereja hingga nanti fotografernya datang.

Alasan keempat (4) - Daya tahan tubuh / stamina
Menjadi fotografer wedding adalah sesuatu yang sangat melelahkan, karena harus berada dalam kondisi waspada setiap saat, melihat sekeliling jika ada hal hal yang harus di foto, bagus difoto dan hal ini dilakukan dari pagi - pagi sekali ketika makeup hingga akhir acara resepsi selesai; melelahkan. Ketika sudah lelah, biasanya tangan akan gemetar sehingga foto menjadi buram, atau tidak cekatan mengambil foto sehingga saat - saat penting bisa saja terlewatkan.

Karena alasan tersebut maka seorang fotografer wedding profesional pasti sudah terbiasa dan memiliki kemampuan untuk bekerja full dalam satu hari, dengan semangat penuh.

Alasan kelima (5) - Produk non digital
File foto memang kelihatan murah, dan gampang dibawa, tapi juga mudah rusak atau hilang. Disimpan di CD ataupun USB Flash, file foto tetap tidak terjamin akan aman. Selain itu file tersebut juga tidak tentu akan tahan lama, misalnya flash disk atau CD sejak mulai muncul sekitar tahun 2003, hingga sekarang USB sendiri sudah sampai USB 3.0, apakah nanti beberapa tahun lagi akan tetap bisa di baca jenis file yang digunakan? perangkat yang digunakan untuk menyimpan? apakah anda akan selalu menyalakan komputer untuk melihat foto? bagaimana kalau tidak ada listrik?

Fotografer wedding profesional umumnya selalu menawarkan produk non digital misalnya seperti album, print kanvas, print photo paper, print metal, dan lainnya, semua dengan tujuan agar bisa dipajang dengan indah dan bisa dilihat kapan saja, dan semuanya tahan dalam waktu yang lama hingga berpuluh puluh tahun nantinya tetap bisa dilihat, diwariskan. Inilah tujuannya sebuah foto, dan karena alasan inilah anda ingin wedding anda di foto.

Alasan keenam (6) - Menguasai peralatan yang digunakan
Fotografer profesional sudah menggunakan peralatannya dan berlatih menggunakannya berkali kali, sehingga sudah mengetahui segala hal mengenai peralatannya, baik kelemahan maupun kelebihannya. Hal ini akan sangat membantu sekali untuk mendapatkan foto bagus dengan cepat ketika wedding.

Hal - hal mendasar seperti, seberapa jauh atau dekat ia harus berdiri untuk mendapatkan hasil yang diinginkan; butuh menggunakan flash atau tidak; setting apa yang dibutuhkan, dll.

Alasan ketujuh (7) - Disiplin
Walaupun terdengar sepele, tapi hal ini penting, seorang fotografer wedding profesional pasti tahu bahwa mereka harus siap sebelum acara dimulai dan pulang setelah acara selesai, juga harus siap untuk mengambil foto berikutnya, berikutnya, berikutnya...

Seperti yang sudah saya sampaikan di cerita pada alasan ketiga, jangan sampai hal tersebut terjadi di wedding anda, fotografer tidak siap.

Alasan kedelapan (8) - Kepribadian yang baik
Hampir sama dengan alasan ketujuh, kepribadian yang baik juga mungkin terdengar sepele, tapi hal ini menurut saya juga penting, karena fotografer wedding akan berada di dekat mempelai dan keluarga selama sehari penuh, jadi sangatlah penting agar fotografer tersebut dapat berbaur, ramah dan menyenangkan sehingga semua merasa nyaman.

Alasan kesembilan (9) - Profesional bisnis
Yang terakhir adalah profesional bisnis, dengan bekerja bersama seorang fotografer profesional akan ada namanya meeting persiapan, memilih paket, memilih foto, proses pembayaran yang semua itu ada untuk mempermudah klien dan memuaskan klien. Harapannya adalah setelah selesai klien bisa tersenyum puas dan bahagia, tanpa beban.



Terkait hal ini saya juga ada cerita terkait, dari seorang sahabat yang menggunakan temannya untuk foto prewedding, namun akhirnya setelah foto temannya itu tidak memberikan hasil fotonya, dan sahabat saya juga tidak membayar temannya itu. Hal hal seperti inilah yang ingin dihindari dengan adanya proses bisnis yang profesional.

Semua itulah alasan mengapa menggunakan fotografer profesional itu penting, walaupun dijaman digital ini hampir setiap orang bisa menggunakan kamera bagus dan menghasilkan foto, tapi perlu diketahui diluar foto yang bagus masih banyak hal yang penting dipikirkan :)

Senin, 25 Agustus 2014

6 Alasan Prewedding, mengapa di Bali?

Dari Instagram dan dari teman - teman, saya menyadari bahwa banyak orang yang tertarik untuk foto Prewedding di Bali, atau sekedar jalan jalan saja. Jadi kenapa tidak membuat paket foto Prewedding di Bali, yang digabungkan dengan kemasan liburan, liburan sambil Prewedding. Akhirnya saya putuskan untuk ke Bali 2 minggu dan mempersiapkan paketnya. Tapi tulisan ini tidak akan membicarakan mengenai paket Prewedding di Bali, tapi mengenai mengapa Prewedding di Bali? sekedar berbagi dan cerita.

vphotography prewedding jakarta bali

1. Lokasi foto alami/outdoor banyak
Bali sudah dikenal luas nasional maupun internasional, salah satu alasannya karena alamnya. Bali memiliki banyak lokasi alami dan buatan (outdoor) yang indah. Mulai dari pantai pasir putih di daerah selatan Bali seperti Nusa Dua, Kuta dan Jimbaran atau pasir hitam di daerah barat seperti Tanah Lot, di barat ada Karangasem, Candi dasa atau di Utara ada Singaraja dan Grokgak. Gunung dan danau juga dapat dicapai dengan mudah, seperti gunung Agung, Batur, atau danau Bratan dan lainnya.

Di antara keindahan alam itu semua, kita dapat dengan mudah menemukan lokasi buatan yang indah, seperti persawahan di Tabanan, Mengwi atau candi candi dan pura, ada juga air terjun di Gitgit dan masih banyak lagi. Bukan berarti di daerah lain di Indonesia tidak ada yang bagus, tapi di Bali sangat mudah untuk menemukan lokasi yang indah dan hampir semua mudah dicapai.

2. Lokasi studio/indoor mudah di dapat
Yang satu ini mungkin menimbulkan pertanyaan, "sudah jauh jauh ke Bali, untuk apa foto di studio?" :) siapa tahu anda tiba - tiba merasa perlu variasi dalam foto anda, yang sebagian besar sudah outdoor dan ingin ada yang indoor, di Bali mudah sekali mendapatkan studio foto.

Bali adalah surganya fotografer, banyak sekali fotografer baik nasional dan internasional yang datang ke Bali. Mereka datang untuk tinggal, berlibur atau bekerja (bersama klien). Beberapa diantara yang menetap, atau orang Bali sendiri membuka studio foto, inilah salah satu alasan di Bali mudah mendapatkan studio untuk foto indoor.

3. Sambil wisata
Seperti kata pepatah, "sambil menyelam, minum air" sambil foto prewedding di Bali, bisa sekalian liburan. Jangan datang ke Bali hanya untuk foto, sayang sekali apalagi jika anda berasal dari tempat yang jauh dari Bali, alangkah baiknya jika dapat foto prewedding sekalian jalan - jalan dengan 1x biaya tiket.

4. Penduduk yang ramah dan suasana yang nyaman
Belajar dari pengalaman, biasanya orang - orang di sekitar akan mempengaruhi suasana selama kita foto, paling tidak suasana hati. Jangan menganggap remeh hal yang satu ini, karena jika suasana hati sudah tidak enak, akan sulit sekali untuk bisa tersenyum dan berbahagia. Bagi fotografer, mungkin tetap bisa tersenyum dan santai, lagipula fotografer tidak perlu tersenyum dan bergaya di depan kamera, bagi model atau pasangan foto prewedding biasanya akan sulit dan bisa jadi hasil fotonya tidak bagus.

Bali sendiri sudah dikenal dengan penduduknya yang ramah dan suasananya yang nyaman, paling tidak sebagian besar :) mungkin tidak 100% bisa dibayangkan, bagun pagi di hotel, udara segar, disapa ramah oleh orang orang yang kita temui, jika suasana hati sudah tenang dan bahagia kemudian pergi untuk foto prewedd tentu akan lancar dan menyenangkan. Mungkin yang satu ini kedengaran basa basi saja, tapi percayalah yang ini akan mempengaruhi proses selama foto.

5. Inspirasi dimana mana
Yang satu ini mungkin tidak banyak mempengaruhi model / pasangan foto prewedd, lebih banyak mempengaruhi fotografer tapi secara tidak langsung juga akan memberi dampak. Seperti yang sudah dibahas di nomor 1 diatas, dengan banyaknya lokasi foto dengan pemandangan yang berbeda beda akan memberikan inspirasi yang besar buat fotografer, atau orang seni lainnya (karena itu kita dapat dengan mudah bertemu dengan seniman di Bali) dengan inspirasi yang lebih, hasil foto juga akan lebih kreatif dan bervariasi, jadi kemungkinan besar foto anda tidak akan kelihatan sama dengan yang lainnya walaupun sama sama difoto di Bali, unik!

6. Cahaya yang bagus, langit yang cerah
Mungkin tidak hanya untuk Bali, daerah lain tentunya ada juga yang memiliki langit yang bersih dengan sinar matahari yang bagus. Tapi sebagai fotografer, dengan adanya semua hal yang disebutkan diatas dari nomor 1 sampai 5, kemudian ditambah dengan langit yang cerah dan cahaya yang bagus... ohhh, indah sekali :)

Selain Bali, saya juga sering foto di Jakarta, yang membuat saya terkadang tidak bersemangat adalah polusi udara di langit Jakarta. Jarang sekali saya bisa melihat cahaya matahari kuat dan terang menyinari, hanya sesekali saja ketika musim hujan, jika hujan deras dan berhenti sore hari kita akan dapat melihat cahaya matahari yang indah kekuningan menyinari dan memantul di kaca kaca gedung daerah Sudirman. Indah sekali...

vphotography prewedding jakarta bali


Jadi itulah 6 alasan untuk foto prewedding di Bali, versi saya :)
Semoga bermanfaat...

Minggu, 06 Juni 2010

Murid digital dan sekolah analog

“Murid-murid jaman sekarang digital abizzz, sekolahnya jadul banget” tiba - tiba entah angin darimana, pak Edu memulai pembicaraan dengan saya yang hanya seorang cleaning service ini.“Anak muda jaman sekarang umumnya pasti mengenal teknologi, Facebook lah, SmartPhone, Twitter, Koprol, bahkan yang paling baru Foursquare...iPhone, iPad, iPod, dan lain-lain mas” katanya lagi dengan gaya bahasa orang IT.

“Tapi dunia sekolah kita masih ngak gaul—mengajar dengan gaya lama. Yah, kecuali universitas – universitas sih...kalo kelas universitas sih, sudah memanfaatkan teknologi dengan baik. Internet masih tabu disekolah, bahkan kalau ada juga tidak semua guru boleh menggunakan” kemudian pak Edu, menyeruput kopinya...dan memandang ke langit-langit lab Komputer, melamunkan sesuatu.

butuh beberapa detik untuk saya menyerap kata - kata pak Edu “Yah, gimana lagi pak...” jawab saya sambil membersihkan lantai lab Komputer. “kan kalo internet banyak video porno, gambar porno, yang jelek-jelek deh...trus kalo barang – barang teknologinya itu, mahal pak” saya coba menjelaskan pendapat saya.

Mendengar jawaban saya; pak Edu, jadi semangat...dan menegakkan posisi duduknya “gini mas...” pak Edu berhenti sebentar, mempersiapkan kata – kata. “karena sekolah tidak terbiasa menggunakan internet, jadi murid – muridnya juga tidak ada yang memberi bimbingan; bimbingan mengenai bagaimana memanfaatkan internet, bagaimana belajar dan mendapat pengetahuan dari internet, dan hal – hal positif lainnya...misalnya ada wikipedia, Scribd, SlideShare, atau menggunakan eLearning; kalo mengenai mahal...” pak Edu berhenti sebentar berpikir “mahal atau tidak itu tergantung banyak faktor...buktinya sekarang SmartPhone yang mahal sudah jadi barang umum, laptop sudah biasa dipakai, netbook juga...jadi teknologi mahal tidak?” pak Edu balik bertanya.

“iya juga sih y...” jawab saya, masih sambil membersihkan lantai.

“yah, bayangkan saja—teknologi terus maju" kata pak Edu, masih dengan nada bersemangat "tapi murid-murid tidak ada yang memberikan bimbingan bagaimana memanfaatkan dengan baik; trus mereka ngak tau kalau belajar bisa jadi asik juga, di internet misalnya...materi - materi pendidikan atau yang mendidik masih sedikit (kecuali kalau bisa bahasa inggris)yah, akhirnya buka yang aneh – aneh jadinya...coba kalau mereka mengerti bahwa internet bisa untuk belajar, atau melakukan hal – hal yang bermanfaat...pasti ngak gitu jadinya; karena itu guru-guru dan dunia pendidikan perlu masuk ke dunia digital, selain menambah materi pembelajaran, mainan baru yang mendidik, juga banyak keuntungan lainnya”

setelah penjelasan pak Edu yang panjang itu, saya terdiam--merenungkan apa yang dijelaskan. Saya berhenti membersihkan lantai, mengkerutkan kening berusaha untuk menyerap dan mengolah... ... ... ... ... akhirnya muncul pencerahan, dari dalam renungan saya yang hanya beberapa detik. "SETUJU" kata hati saya dengan semangat.

“iya pak y...beli SmatPon, laptop atau netbuk—trus digunakan untuk buka blog guru, ngobrol ama guru di Pesbuk, Prenster atau ngumpul tugas gitu kan bagus pak...guru juga jadi lebih gaul dan gampang ngerjain tugas – tugasnya...setuju saya pak” saya mengangkat jempol untuk pak Edu. “Wesss...ak lanjut bersih – bersih dulu pak, ngobrol terus ngak kelar-kelar”

*nama dan tokoh disini fiktif belaka, bukan berdasarkan orang atau tokoh tertentu...

Rabu, 02 Juni 2010

Memulai awal baru

Setelah sekian lama menjalankan blog ini, and naik turun bersamanya. Mencoba ini itu, kadang naik and kadang turun dengan bahasa inggris yang ngak jelas, akhirnya saya putuskan untuk mengindonesiakan blog ini--and mulai dengan mengisi hal - hal yang lebih rapi dan jelas.

Mungkin juga karena dulu, sebelumnya sejak kuliah and sempat bekerja di jogja saya banyak menghabiskan waktu untuk hal - hal lainnya, makanya tulisan jadi campur aduk;) tapi sekarang setelah menjadi trainer IT di Digital Corner - Bamboomedia Bali, saya akan coba menuangkan apa yang saya pelajari dan ketahui di blog ini. tentunya yang berkaitan dengan IT. Karena pekerjaan saya juga mengharuskan untuk melakukan penelitian, mempelajari, dan membuat materi--selama itu saya menemukan banyak hal - hal baru yang ingin saya bagikan.

so, doakan saya--semoga bisa terus berbagi dan memajukan Indonesia^^